Selendang mengilap tersampir pada liukan tubuhmu
lalu kau main-elokkan
pada bayang-bayang gelap
bulan purnama menyorotmu tajam
Baiklah aku sebut dirimu penari bulan
kau menari di bawah sinarnya
bersemai dalam padang ekstase
lupa akan sekitarnya
mungkin juga lupa akan diriku
Liukan aduhai merancak
Meloncat-loncat
mengikuti irama angin
tenggelam bersyahdu
Wahai penari bulan
yang mungkin garis wajahnya tersamar
berkembar dengan liukan
berasa dengan bayangan
sadarilah jikalau kala telah menyeretmu
candra taklah seronok menengok
jikalau di balikmu tetesan liur dan sorot tajam telahlah mengintai
0 komentar:
Posting Komentar