Pages

Sabtu, 10 November 2018

Ketika Matahari Terbit Menguasai Lautan: Superioritas Jepang di Perang Dunia Kedua


Seketika lautan di Asia bergemuruh 2012 lalu. Penyebabnya tak lain tak bukan adalah kehadiran sebuah kapal induk dari sebuah negara yang tengah meningkatkan kekuatan militernya di lautan untuk bisa bersanding dan mengalahkan penguasa lautan seluruh dunia, Amerika Serikat.
Negara itu adalah Cina, negara dengan kekuatan militer terbesar ketiga di dunia. Tahun itu menjadi tahun bersejarah bagi Negeri Tirai Bambu karena untuk kali pertama memiliki sebuah kapal induk untuk angkatan laut mereka, PLA Navy. Kapal induk itu diberi nama Liaoning, nama sebuah provinsi di negara tersebut. Awalnya Liaoning adalah sebuah kapal induk eks Uni Soviet yang kemudian diambil Ukraina dengan nama Varyag, yang kemudian dijual ke Cina pada 1998. Cina lantas membangun dan mendesain ulang kapal induk ini di Dalian yang memang dimaksudkan sebagai kapal induk pertama sekaligus latihan dan acuan untuk membuat kapal-kapal induk selanjutnya namun dengan tenaga nuklir. Perlu diketahui, Liaoning adalah kapal induk tenaga uap.
Hasil gambar untuk liaoning aircraft carrier
Defense News

Liaoning pun dibuat untuk bisa menampung beberapa armada udara Cina seperti pesawat tempur J-15 dan helikopter multifungsi Z-18. Kehadiran Liaoning sekaligus menambah Cina sebagai deretan negara di Asia yang memiliki kapal induk setelah Jepang, Thailand, dan Korea Selatan. Dan tentu saja menambah kekhawatiran armada Pasifik Amerika Serikat berserta sekutu-sekutunya seperti Jepang dan Korea Selatan. Apalagi Cina memang berhasrat ingin menguasai lautan di Asia terutama Laut Cina Selatan yang kaya akan sumber daya alam. Hal ini otomatis akan membuat benturan antara Cina dan negara-negara di sekitar laut tersebut.
Hasrat Cina untuk menguasai lautan di Asia selain karena faktor sumber daya alam, kekuatan besar militer, juga karena faktor sejarah bahwa di masa lampau melalui ekspedisi Zheng He Cina pernah menguasai lautan. Namun hal tersebut urung dilakukan lagi setelah Kaisar Zhu Di, kaisar yang menugaskan Zheng He, wafat sehingga setelah itu Cina tidak lagi memikirkan kekuatan lautnya dan hanya berfokus di darat.
Absennya Cina ini yang pada akhirnya akan diambil alih dan diteruskan oleh negara tetangga yang juga satu budaya dengan Cina, Jepang. 
Jauh sebelum Cina sedang gembar-gembor dengan kekuatan militernya sehingga membuat para negara tetangganya khawatir pada abad milenium ini atau setelah terjadinya Revolusi Industri dan globalisasi, Jepang telah melakukannya terlebih dahulu.
Negara tetangga di sisi Laut Kuning ini adalah negara pertama di Asia yang mempunyai kekuatan militer terbesar di Benua Kuning. Hal ini merupakan imbas dari Restorasi Meiji pada akhir abad ke-19 yang mengubah wajah Jepang seluruhnya. Dari yang terisolasi dan tradisional menjadi modern dan terbuka. Restorasi itu juga yang membuat Jepang menjadi negara di Asia yang benar-benar mengikuti Barat terutama dalam kemiliteran. Dan hal itu terjadi begitu cepat. Jepang menjadi negara pertama di luar Eropa dan Amerika yang mampu memproduksi peralatan dan kendaraan militer sendiri. Bahkan seragam tentara Jepang akhirnya mengikuti Eropa, dan itu terlihat ketika Jepang berperang melawan Cina pada 1894-1895. Ketidakseimbangan terjadi antara Jepang yang modern dengan Cina yang tradisional. Hasilnya, bisa ditebak. Jepang menang melawan saudara tuanya, dan berhak atas Kepulauan Ryukyu dan Taiwan, serta Port Arthur. Kemenangan itu pada akhirnya membuat Jepang menjadi begitu superior atas Cina apalagi setelah Negeri Matahari Terbit bisa mengalahkan Rusia pada 1905 lalu menguasai Korea pada 1910. Hal yang demikian membuat Jepang merasa harus seluruh negara di Asia-Pasifik berada di dalam naungannya.
Hasil gambar untuk first sino-japanese war
Encyclopedia Britannica

Kekuatan Jepang yang begitu superior di Asia pada masanya itu makin menjadi-jadi setelah berkobarnya Perang Dunia Kedua di Pasifik. Jepang yang sudah merasa unggul atas negara-negara Asia lainnya, dan berbekal kemenangan meyakinkan atas orang-orang kulit putih, Rusia, pada awal abad ke-20, menyerang orang-orang kulit putih lainnya, Amerika Serikat, pada 8 Desember 1941 melalui serangan dadakan ke Pearl Harbor. Selanjutnya Jepang juga menyerang Inggris dan Belanda sehingga mereka hengkang dari Asia.
Hasil gambar untuk kaigun
wikipedia

Tentu saja superioritas Jepang di masa Perang Dunia Kedua ini didukung oleh armada Angkatan Laut Jepang atau Kaigun yang mengoperasikan pesawat tempur Mitsubhisi Zero dan penempur-pengebom Aichi Val. Dan pesawat-pesawat ini juga diterbangkan melalui kapal-kapal induk yang dimiliki Negeri Sakura. Tercatat ada 20 kapal induk yang dioperasikan Jepang di perang besar sepanjang sejarah negara itu. Jumlah ini merupakan lonjakan yang begitu hebat jika dibandingkan dengan 1914 ketika mereka mempunyai satu kapal induk bernama Wakamiya yang digunakan untuk menggempur pos Jerman di Tsingtao, Cina, pada Perang Dunia Pertama.
Gambar terkait
wikipedia

Kedua puluh kapal induk ini juga merupakan jumlah yang paling besar untuk sebuah negara di Asia yang kala itu sedang menggenjot industri demi kepentingan perang untuk mencari sumber daya alam. Jika dibandingkan dengan Amerika sebagai lawan utama Jepang, jumlah 20 kapal induk ini sebenarnya masih kalah dari Amerika yang mengoperasikan 38 kapal induk sepanjang Perang Dunia Kedua.
Meski begitu, kenyataannya Jepang berhasil memanfaatkan kapal-kapal induknya untuk strategi pertempuran di udara dan lautan. Hal ini yang tidak disadari oleh Amerika dan Sekutunya pada awal-awal perang, dan baru tersadar kala Pearl Harbor dibombardir 300 kapal tempur yang semuanya berangkat dari kapal induk. Amerika kemudian meningkatkan jumlah kapal induknya untuk bisa mengimbangi Jepang sehingga Perang Pasifik sebagai bagian Perang Dunia Kedua disebut juga sebagai perang kapal induk.
Kapal-kapal induk Jepang itu adalah Hosho, Ryuho, Junyo, Katsuragi, Kaga, Akagi, Ryujo, Soryu, Hiryu, Shoho, Zuiho, Chitose, Chiyoda, Shokaku, Zuikaku, Hiyo, Taiho, Amagi, Unryu, dan Shinano. Selain kedua puluh kapal induk ada juga empat kapal induk yang tidak pernah dioperasikan hingga akhir perang, dan malah dinonaktifkan dan dihancurkan setelah perang.
Dari kedua puluh kapal induk, yang paling terbesar adalah Shinano. Dibangun pada 1940 dan beoperasi pada 1944, Shinano yang namanya diambil dari sebuah wilayah di Prefektur Nagano merupakan kapal induk yang diperuntukkan untuk melanjutkan lagi sisa-sisa superioritas Jepang di Perang Dunia Kedua setelah keempat kapal induk Jepang, Kaga, Akagi, Soryu, dan Hiryu, tenggelam dalam Pertempuran Midway 1942. Pertempuran inilah yang menjadi titik balik Amerika selanjutnya untuk bisa mengalahkan Jepang sebab setelah itu Jepang mulai mengalami kekalahan demi kekalahan.
Sayangnya, Shinano cuma bisa mengemban tugas selama beberapa minggu karena ditenggelamkan pada 29 November 1944 oleh kapal selam Amerika, USS Archerfish. Tenggelamnya Shinano semakin menambah penderitaan Jepang di akhir perang. Setelah empat kapal induk utama mereka tenggelam di Midway, kemudian menyusul lagi kapal-kapal induk lain, Shoho, Zuiho, Chitose, Chiyoda, Shokaku, Zuikaku, Hiyo, dan Taiho, yang kebanyakan tenggelam di Teluk Leyte dan Laut Filpina dalam rentang waktu 1944.
Ketika perang berakhir dengan kekalahan Jepang, beberapa kapal induk yang masih aktif, Hosho, Ryuho, Junyo, dan Katsuragi difungsikan sebagai pengangkut tentara Jepang yang menyerah ke tanah asal. Lalu pada 1948 keempat kapal itu dihancurkan. Setelahnya, Jepang tidak punya kapal induk lagi meskipun dalam ketentuan Perjanjian San Fransisco Jepang tetap diperbolehkan memproduksi mesin perang namun hanya untuk keperluan internal. Hingga akhirnya pada 2007-2009, Jepang kembali mempunyai kapal induk walaupun untuk helikopter, yaitu Hyuga dan Ise. Kemudian pada 2015-2017, Jepang meluncurkan kembali kapal induknya, dan merupakan yang terbesar setelah Perang Dunia Kedua, yaitu, Izumo dan Kaga –meskipun masih berupa kapal induk helikopter. Kemunculan dua kapal induk ini juga dipicu oleh situasi regional di kawasan Asia Timur berkaitan dengan kebangkitan Cina, dan keinginan Perdana Menteri Shinzo Abe yang ingin meningkatkan militer Jepang setelah Perang Dunia Kedua, dan hal itu disetujui Amerika. 
Hasil gambar untuk izumo
Defencyclopedia
Tentu saja jumlah kapal induk Jepang yang sekarang tidak sebanding dengan jumlah di masa Perang Dunia Kedua apalagi fungsi kapal induk yang sekarang lebih untuk melindungi atau bela diri dari serangan luar. Akan tetapi, apabila melihat kekuatan Cina yang semakin membesar bukan tidak mungkin Jepang bakal kembali membangun banyak kapal induk yang tidak hanya untuk bela diri tetapi untuk juga kembali menjadi penguasa di lautan Asia seperti di awal dan pertengahan abad ke-20.




Rabu, 31 Oktober 2018

Paus yang Sebenarnya Lumba-lumba


Apabila mendengar paus, pikiran kita akan langsung mengarah ke mamalia besar di lautan yang besarnya melebihi perahu. Mamalia yang juga sering mengeluarkan air di dekat kepalanya untuk sekadar bernafas, lalu muncul dalam beberapa literatur keagamaan dan sastra seperti dalam kisah Nabi Yunus dan Moby Dick.
Hasil gambar untuk whale
The Scientist Magazine
Sebagai mamalia, paus pun punya ragam jenis seperti paus biru dan sperma. Namun sadarkah kita dari sekian banyak jenis paus ada “kekeliruan” dalam penyebutan. Kita menyebut makhluk-makhluk samudra ini paus, namun sesungguhnya mereka bukanlah paus jika mengikuti klasifikasi biologis dan perilaku yang dimiliki. Malah mereka adalah lumba-lumba, mamalia air lainnya yang juga akrab dalam kehidupan manusia. Toh, ketika menyebut lumba-lumba kita malah dengan mudah mengarah pada binatang-binatang yang sering dipentaskan di taman-taman impian atau gelanggang samudra. Binatang-binatang air yang bisa diajak bekerja sama dengan manusia, menuruti perintah manusia hingga membuat semua yang melihat terpukau.
Akan ada semacam kebingungan ketika menyatakan bahwa makhluk yang disebut paus itu ternyata adalah lumba-lumba. Bagaimana bisa mereka disebut paus jika mereka adalah lumba-lumba? Memang paus dan lumba-lumba adalah mamalia dari genus Cetacea yang berarti paus atau ikan besar. Selain kedua mamalia tadi ada pesut.
Hal itu dikarenakan ukuran makhluk-makhluk ini yang seperti paus sehingga kebanyakan orang akan menyebut mereka adalah paus meskipun mereka masuk keluarga Delphinidae, bagian dari keluarga besar Delphinodeia. Keluarga besar ini juga membawahkan Phocoenidae, yang makhluk di dalamnya adalah pesut, dan Monodontidae yang di dalamnya adalah beluga dan narwhal.
Hasil gambar untuk blackfish
redbubble
Lumba-lumba yang menyerupai paus ini disebut juga sebagai blackfish karena tampilannya berwarna gelap. Dan di dunia ini tercatat ada enam spesies blackfish. Dan apa sajakah mereka?
 
Paus Pembunuh
Hasil gambar untuk killer whale
SFGate
Bagi yang pernah menonton Free Willy tentu sudah tidak asing dengan mamalia laut yang satu ini. Ya, paus pembunuh atau populer dengan nama orca. Paus pembunuh merupakan salah satu mamalia laut yang mudah dikenal dari tampilannya. Warna hitam pekat dengan warna putih berbentuk oval yang selalu terletak di kepala sehingga sering dianggap sebagai mata. Padahal mata mamalia ini berada di bawah oval putih tersebut namun memang tidak begitu terlihat.
Mamalia laut ini tergolong keluarga Delphinidae atau lumba-lumba samudra karena kebanyakan habitatnya berada di laut lepas dari lautan dingin hingga lautan hangat. Membuat mamalia ini makhluk yang begitu kosmopolitan dan adaptif. Hewan yang mempunyai nama latin Orcinus orca ini merupakan predator puncak, yang artinya makhluk yang tidak punya pemangsa sama sekali.
Dengan panjang dari rentang 6-8 meter jantan dan 5-7 meter untuk betina membuat paus membunuh menjadi mamalia laut yang menakutkan. Mamalia ini bisa memangsa mulai dari ikan-ikan seperti salmon, pari, anjing laut, penguin, lumba-lumba, paus balfin, hingga hiu termasuk hiu putih. Paus pembunuh sanggup membunuh predator yang satu ini apalagi jika menyinggung soal wilayah dan makanan.
Meski begitu paus pembunuh tidak berbahaya bagi manusia. Makhluk ini mempunyai sifat yang sama seperti lumba-lumba terutama lumba-lumba hidung botol, yaitu suka menolong nelayan yang tersesat di lautan. Sehingga kerap dijadikan satwa untuk atraksi di gelanggang samudra selain lumba-lumba. Walaupun begitu ada beberapa kasus minor paus pembunuh menyerang manusia, namun kebanyakan kejadian terjadi di gelanggang samudra, dan mamalia tersebut dalam keadaan stres.
Perilaku membunuh inilah yang membuat mamalia ini disebut sebagai paus pembunuh. Namun nama untuk mamalia ini ternyata salah penerjemahan dari bahasa Spanyol, assesina-ballenas yang berarti pembunuh para paus. Nama Spanyol ini didapat dari seorang pemburu paus asal Baskiyah, wilayah di sebelah utara Spanyol.

Paus Pilot (Sirip panjang dan pendek)
Hasil gambar untuk pilot whale
Phys.org

Paus pilot merupakan spesies terbesar kedua dan ketiga setelah paus pembunuh dari keluarga Delphinidae, dengan panjang mencapai 6,5 meter dan berat 2.300 kilogram. Mamalia ini termasuk genus Globicephala yang berarti kepala berbentuk globe merujuk pada morfologi satwa tersebut. Paus pilot dibagi ke dalam dua jenis, yaitu paus pilot bersirip panjang (Globicephala melas) dan paus pilot bersirip pendek (Globicephala macrorhyncus). Untuk bisa mengetahui dua spesies berbeda tidaklah bisa secara kasat mata akan tetapi melalui bentuk tulang. Selain bentuk tulang kedua spesies bisa dilihat dari susunan gigi. Untuk sirip panjang mempunyai gigi 9 sampai 12 sedangkan sirip pendek 7-9.  Untuk area atau habitat, diketahui kedua spesies mempunyai tempat yang berbeda. Sirip panjang biasanya di perairan dingin dan sirip pendek di perairan hangat atau laut tropis.
Warna mamalia ini bisa hitam, abu-abu gelap atau malah coklat. Nama pilot pada mamalia ini ditengarai dari kebiasaan kawanan ini yang seperti dipandu oleh seorang pilot, yang dalam hal ini pemimpin kawanan ke tempat-tempat yang bisa saja mengundang bahaya. Paus pilot merupakan mamalia laut yang kebanyakan memakan ikan dan cumi-cumi seperti kod, hering, dan makerel. Meski begitu tiga makhluk ini tidak dikonsumsi oleh paus pilot yang berada di perairan sekitar Kepulauan Faroe meskipun perairan di situ banyak sekali ikan-ikan seperti ini.
Paus pilot adalah mamalia yang mempunyai kebiasaan mendamparkan diri di pantai oleh karena kuatnya ikatan sosial di kelompok yang mengikuti pimpinan. Ada banyak teori dari para biologis mengenai kebiasaan ini seperti kebingungan karena gelombang magnetik yang anomaly atau karena solidaritas terhadap salah satu anggota yang sakit.
Mamalia ini juga termasuk yang ramah terhadap manusia. Sejauh ini belum ada berita penyerangan oleh paus pilot terhadap homo sapiens. Malah manusia yang menjadikan mamalia ini sebagai objek pertunjukan di gelanggang samudra sejak dekade 1940-an. Dan yang dipakai adalah sirip pendek. Selain itu, manusia juga memburu dan membunuh mamalia ini untuk dijadikan sebagai bahan makanan seperti yang terjadi di Jepang dan Kepulauan Faore, dua negara pengonsumsi terbesar paus pilot.

Paus Pembunuh Palsu
Gambar terkait
salishea.org

Mar del Plata, 9 Oktober 1946. Pantai di kota terbesar kedua di Provinsi Buenos Aires, Argentina, itu mendadak ramai. Ramai bukan karena ada orang atau kapal yang terdampar, melainkan karena banyaknya mamalia laut yang disebut dengan paus pembunuh palsu.
Tentu mendengar nama mamalia yang satu ini kita akan merasakan keanehan. Namun memang begitulah mamalia laut ini dinamakan hanya karena mempunyai struktur tengkorak yang sama dengan paus pembunuh yang “asli”. Ia adalah mamalia laut keempat terbesar dari keluarga Delphinidae.
Paus pembunuh palsu adalah spesies lumba-lumba samudra yang mampu hidup berbaur dengan lumba-lumba jenis lainnya seperti lumba-lumba hidung botol, lumba-lumba sisi putih Pasifik, dan lumba-lumba gigi kasar. Bahkan juga menjalin hubungan seksual, baik biseksual maupun homoseksual. Lalu dari hubungan-hubungan itu tercipta spesies hibrida bernama wolphin.
Makanan utama mamalia ini adalah ikan dan cumi-cumi. Namun tidak menutup kemungkinan mereka juga kerap menyerap spesies lumba-lumba lain yang berukuran kecil, bahkan paus sperma. Anak paus bungkuk juga kerap diserang. Paus pembunuh palsu malah ternyata juga merupakan mangsa bagi predator top, paus pembunuh yang “asli”.
Warna mamalia ini hitam, dan habitatnya berada di perairan tropis dan semitropis. Panjang untuk jantan adalah 6 meter sedangkan untuk betina adalah 5 meter. Ciri khas hewan ini adalah flipper atau sirip depan yang bungkuk di sebelah dalam. Karena sifatnya yang jinak, satwa yang bernama latin Pseudorca crassidens ini kerap dijadikan juga sebagai satwa pertunjukkan di gelanggang samudra karena karakternya yang mudah dilatih, dan kerap dijadikan sebagai koleksi di akuarium samudra.

Paus Kepala Melon
Hasil gambar untuk melon headed whale
Jacks Diving Locker

Bentuk badan seperti torpedo, dengan kepala mengerucut bulat seperti melon, dan berwarna abu-abu gelap. Bentuk kepala yang demikian membuat para ilmuwan menamakannya sebagai paus kepala melon. Spesies yang bernama latin Peponocephala electra ini sering juga disebut sebagai paus melon, lumba-lumba elektra, dan ikan hitam banyak gigi. Ada juga yang menyebutnya sebagai paus kelabu atau abu-abu.
Paus kepala melon merupakan lumba-lumba terbesar kelima dari keluarga Delphinidae. Ia hidup kebanyakan di perairan tropis. Mamalia ini termasuk yang jarang terlihat oleh manusia karena lebih memilih hidup di laut dalam.
Panjang mamalia ini bisa mencapai 3 meter, dan termasuk mamalia dengan tingkat kehidupan sosial yang tinggi karena berada di kelompok yang berjumlah mulai dari 100 hingga 1.000 ekor. Makanan utama mamalia ini adalah cumi-cumi.

Paus Pembunuh Kerdil
Hasil gambar untuk pygmy killer whale
seapics.com

Selain punya versi palsu, ternyata paus pembunuh juga punya yang kerdil. Dialah paus pembunuh kerdil atau Feresa attenuate. Inilah satu-satunya mamalia yang mendapat sebutan “paus” padahal ukurannya sendiri hanya 2 meter atau 6,5 kali. Disebut sebagai paus pembunuh kerdil selain ukurannya memang kerdil atau pigmi, juga karena ia juga mempunyai karakter fisik yang sama dengan orca atau paus pembunuh.
Paus pembunuh kerdil termasuk lumba-lumba berukuran besar nomor enam dalam keluarga Delphinidae. Dibandingkan dengan lumba-lumba besar lainnya, paus pembunuh kerdil adalah mamalia yang selalu menghindari kontak dengan manusia, dan bukan hewan yang bisa melalukan hal-hal akrobatik seperti halnya lumba-lumba. Akan tetapi kebiasaan-kebiasaan lain Cetacea tetap dimiliki mamalia ini.
Karakter lain dari paus pembunuh kerdil adalah sama seperti paus pembunuh yang berukuran besar yaitu gemar menyerang dan memangsa lumba-lumba lain di samping mempunyai makanan utama berupa ikan, cumi-cumi, dan gurita.














Minggu, 28 Oktober 2018

Bendera dan Tatanan Khayalan


Belakangan ini sedang santer berita mengenai pembakaran bendera tauhid pada acara Hari Santri Nasional di Garut, 22 Oktober kemarin. Kejadian itu lantas terekam dalam video yang kemudian disinyalir bahwa yang membakar adalah Banser, ormas milik NU sehingga kemudian muncul petisi untuk membubarkan ormas yang dianggap tidak ramah terhadap umat Islam.
Hasil gambar untuk bendera
Republika.co.id
Namun pihak NU juga Banser menyanggah bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah untuk menyelamatkan NKRI sebab bendera yang dibakar bukanlah bendera tauhid melainkan bendera salah satu organisasi yang terlarang, HTI. Banser yang berpandangan nasionalis-religius berpegang pada prinsip bahwa apa pun yang akan mengancam kesatuan Republik Indonesia harus segera ditindak.
Akan tetapi hal demikian disanggah balik oleh HTI yang menyatakan bahwa itu bukan bendera HTI melainkan bendera tauhid atau ar-rayah, bendera atau panji yang digunakan semenjak zaman Nabi Muhammad SAW. Polemik pembakaran ini terus berlanjut meskipun para tersangka telah ditangkap, dan kemudian disusul dengan aksi bela tauhid pada Jumat, 26 Oktober kemarin.
Kejadian “tidak mengenakkan” terhadap bendera di dunia ini bukan sekali ini terjadi. Tetapi semenjak puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun yang silam. Mengapa saya sebut tidak mengenakkan? Karena bendera yang seharusnya menjadi instrumen untuk dihormati malah diperlakukan dengan tidak wajar. Pembakaran hanyalah salah satu contoh. Selain itu, ada perobekan, penginjakan, atau malah membuat bendera itu terbalik seperti yang dilakukan pihak Malaysia terhadap bendera Indonesia pada SEA Games 2017.
Dari gambaran-gambaran di atas akan timbul pertanyaan mengapa bendera menjadi begitu penting dan sakral padahal ia hanyalah sebuah kain berbentuk persegi panjang yang kemudian dibubuhi warna-warna beserta simbol-simbol? Untuk urusan warna dan simbol coba saja serahkan pada anak-anak TK tentu mereka akan semangat memberi warna yang bermacam-macam mulai dari mejikuhibiniu hingga warna yang acak-acakan dan tak beraturan. Dan untuk simbol mereka tentu akan dengan senang hati menggambar benda-benda yang mereka suka seperti mobil-mobilan, orang-orangan, benda-benda langit, perahu, atau burung.
Tentu saja bendera yang sebenarnya hanya sebuah kain menjadi sakral dan harus dihormati, serta dijunjung bahkan disimpan dalam sebuah tempat khusus oleh karena adanya tatanan khayalan dalam diri manusia itu sendiri. Tatanan khayalan, istilah yang saya ambil dari buku Sapiens karangan Yuval Noah Harari ini, adalah sebuah jejaring berupa imajinasi yang diciptakan oleh manusia untuk mencapai sebuah tujuan. Perlu diingat bahwa manusia itu berbeda dari makhluk-makhluk ciptaan Tuhan lainnya yang secara biologis tidak mempunyai struktur gen dan DNA yang komplit. Dua hal inilah yang memungkinkan semut dan lebah bisa bekerja sama karena mempunyai gen dan DNA yang sama, dan seekor lebah pun bisa menjadi seekor lebah ratu jika diberikan makanan yang sudah sesuai dengan gen dan DNA.
Manusia yang tidak punya struktur-struktur yang sekomplit itu tentu membutuhkan hal lain untuk bisa melaksanakan pekerjaan demi mencapai tujuan. Tapi bagaimana caranya? Jika semut, lebah, kawanan domba dan serigala bisa bekerja sama hanya karena mereka tahu bahwa itu kawanannya bukan yang lain, manusia yang tidak mengenal satu sama lain itu bisa melakukannya oleh karena terikat pada jejaring imajinasi atau tatanan khayalan. Tatanan ciptaan manusia ini melingkupi ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Dengan tatanan ini manusia akan mempercayai segala sesuatu yang sebenarnya tidak ada atau mustahil.
Mitos adalah salah satunya. Cerita-cerita mengenai ketidakrasionalan atau di luar akal ini merupakan hal-hal yang harus dipatuhi oleh manusia jika ingin tujuan tercapai. Mitos, baik di zaman Yunani Kuno maupun zaman posmodern, akan selalu mengikat manusia untuk selalu mematuhinya langsung atau pun tidak. Apabila tidak dipatuhi tentu saja akan dijatuhi hukuman, dan karena itu harus dipercayai. Bila di zaman Yunani Kuno selalu ada ungkapan jangan terbang mendekati matahari, dan pada zaman postmodern ini adalah persamaan hak dan kewajiban beserta emansipasi.
Inilah yang terjadi pada bendera, kain persegi panjang yang sebenarnya tidak lebih sebagai hiasan. Ada cerita atau mitos di dalamnya yang merupakan hasil tatanan khayali yang dibentuk oleh manusia. Seperti mengutip Roland Barthes dalam Mitologi tentang makna menjadi bentuk, mitos dari imajinasi manusia yang sudah berbentuk tatanan itu mewujud menjadi hal-hal yang bisa dijustifikasi baik secara hukum, agama, sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Ketika dia mewujud semua orang, siapa pun itu, meski mereka tidak mengenal satu sama lain, namun terikat oleh semacam perjanjian berupa solidaritas akan berupaya membela bahkan menghujat. Dan tentu saja juga akan ada imbalan bagi yang melakukannya, dihormati sebagai patriotik atau dilaknat sebagai pecundang.
Itulah mengapa kita sekarang tidak perlu heran jika ada orang-orang yang bereaksi begitu besar kala bendera yang telah menjadi sebuah identitas hasil dari sebuah tatanan khayalan manusia diperlakukan tidak semestinya atau malah kita juga menjadi paranoid kala ada bendera yang dianggap membahayakan sehingga harus ditindak.
 

Statistik

Terjemahan

Wikipedia

Hasil penelusuran