Pages

Selasa, 24 Desember 2019

4 Persamaan MRT dan KRL yang Tidak Kamu Sadari


canva
Sejak Maret 2019, MRT mulai beroperasi melayani lintas Lebak Bulus-Bundaran HI.

Kehadiran transportasi massal berbasis rel ini menemani transportasi sejenis yang sudah ada, KRL.

Keduanya pun terlihat berbeda terutama dari segi pelayanan.

MRT identik dengan pelayanan jalur bawah tanah, KRL dengan jalur permukaan.

Apabila MRT terlihat begitu modern jika dilihat dari arsitektur stasiun-stasiunnya, dan bahkan namanya menggandeng sponsor, KRL sebaliknya.

Begitu juga dengan budaya penumpang. Yang satu terlihat tertib, yang satu lagi sebaliknya.

Waktu datang dan berangkat kereta MRT pun dianggap selalu tepat waktu. Kereta KRL kebalikannya.

Meski begitu, ternyata keduanya mempunyai banyak persamaan yang tidak disadari.

Apa saja persamaan kedua ular besi ini?

Kereta made in Japan

Canva
Ya, tepat sekali! Baik MRT maupun KRL menggunakan kereta buatan Jepang. Manufakturnya pun sama, Nippon Sharyo.

Namun untuk KRL yang keretanya tidak hanya terdiri dari satu jenis seperti MRT, manufakturnya pun beragam.

Selain Nippon Sharyo, ada juga nama Kawasaki Heavy Industries, Kinki Sharyo, Toei Corporation, dan Tokyu Car Corporation.

Akan tetapi, yang perlu dicatat adalah Ratangga, si kereta MRT benar-benar fresh from the oven sedangkan armada KRL kebanyakan merupakan bekas pakai.

Lebar sepur 1.067 mm

wikipedia
MRT dan KRL sama-sama menggunakan lebar sepur 1.067 mm yang memang umum digunakan di Indonesia terutama sejak zaman Jepang.

Keadaan ini membuat MRT menggunakan lebar yang sama dengan alasan ke depannya supaya ada konektivitas dan sinergisitas dengan KRL.

Listrik aliran atas

ceanadisty.wordpress.com
Disingkat LAA atau bahasa Inggrisnya, overhead catenary, yaitu sistem aliran listrik yang menggunakan tiang dan kabel yang dialiri listrik.

Perangkat ini juga digunakan MRT dan KRL untuk menghasilkan daya yang juga sama, 1.500V.

Akan tetapi, MRT menggunakan LAA jenis terbaru, rigid overhead conduct yang tampilan fisiknya tidak lagi memakai kawat penggantung seperti pada LAA konvensional KRL, tetapi rigid bar.

Selain LAA baru, MRT konsisten memakai pantograf cakar ayam atau single-arm yang memang pantograf bagi kereta zaman now.

Sebaliknya dengan KRL. Terkadang memakai single-arm, terkadang pula diamond shape atau pantograf berlian yang terlihat old school.

Jalur dan stasiun layang

Layout
MRT punya jalur dan stasiun layang. Begitu juga dengan KRL.

Di MRT jalur itu dimulai setelah Stasiun Senayan lalu keluar dari bawah tanah dan naik mengarah ke Stasiun ASEAN berlanjut hingga Stasiun Lebak Bulus.

Sedangkan di KRL dimulai setelah Stasiun Manggarai lalu naik menuju Stasiun Cikini dan berlanjut hingga Stasiun Jayakarta, dan turun lagi menuju Stasiun Jakarta Kota.

Meski begitu, jalur dan stasiun layang MRT kebanyakan dibangun di atas jalan sehingga masih memungkinkan kendaraan lewat di bawahnya.

Sedangkan jalur dan stasiun layang KRL dibangun di atas jalur lama yang sudah diaspal sehingga terlihat seperti bangunan yang konstan alias tidak bisa dilewati bagian bawahnya.

Namun, stasiun layang MRT dan KRL berwarna-warni dan tematik.


Perbedaan Content Editor dan Copy Editor, dari Pengertian hingga Wewenang



Bagi sebagian orang content editor dan copy editor terlihat sama karena menyandang nama editor.

Akan tetapi ternyata punya perbedaan pengertian dan fungsi serta wewenang.

Perbedaan-perbedaan ini sama seperti pada content writer dan copy writer.

Lalu apa saja perbedaan keduanya ini yang kerap disamaratakan oleh hampir semua orang?

Baiklah, kita simak saja yuk satu per satu!

Pengertian


Content editor

dafunda.com
Jika dilihat dari namanya jelas content editor adalah orang yang ber tugas menyunting isi sebuah tulisan atau artikel.

Bahasa indonesia untuk pekerjaan ini adalah editor konten atau penyunting isi.

Copy editor

huffpost.com
Sedangkan copy editor dilihat dari namanya adalah orang yang bertugas menyunting naskah dari segi kebahasaan mencakup tata bahasa, logika bahasa, dan fakta.

Jadi lebih tepatnya dalam bahasa Indonesia adalah editor/penyunting naskah.

Fungsi dan wewenang


Content editor


Content editor punya fungsi membuat sebuah konten dari artikel menjadi bagus dan punya nilai tinggi serta mau dibaca orang.

Karena itu dia punya wewenang menentukan dan mengubah angle tulisan, mengubah judul, menambah dan mengurangi kalimat, serta berhak menentukan foto yang dirasa kuat dan pantas untuk mewakili tulisan.

Di media cetak ---ia disebut redaktur pelaksana---juga dapat menentukan tampilan tata letak halaman dan sampul halaman. Judul sampul bisa juga ia tentukan.

Sedangkan di media online dia harus punya kemampuan SEO mengingat tulisan yang akan kurasi adalah tulisan SEO.

Tujuannya, supaya bisa tampil nomor satu di Google Search.

Karena itu, ia harus punya kemampuan menganalisis dengan Google Analytics serta membuat headline dengan SEO Yoast.

Content editor di media online juga harus sering berkoordinasi dengan SEO Specialist dalam hal tampilan situs terutama dari segi user experience.

Copy editor


Untuk copy editor sendiri fungsinya lebih membuat sebuah artikel atau tulisan menjadi enak dibaca, lentur, dan tidak kaku dari segi kebahasaan.

Istilah kasarnya copy editor adalah tukang amplas atau finisher pekerjaan yang dilakukan content editor.

Dalam hal ini ia berhak menambal kealpaan content editor yang bisa jadi lupa akan ejaan dan fakta karena lebih fokus pada konten.

Copy editor juga punya wewenang untuk mengubah judul, menambah atau mengurangi tulisan, namun harus dengan persetujuan content editor.

Ia juga berhak meminta verifikasi data dan sumber kepada penulis.

Selain itu, ia punya hak mengecek ejaan di sampul dan mengoreksi kembali naskah yang sudah terbit.

Itu biasanya di media cetak. Untuk media online jarang ada posisi ini.

Di media cetak copy editor punya wewenang memberi caption pada foto atau mengubah caption itu sesuai tata bahasa Indonesia.

Di penerbit buku profesi ini juga punya hak untuk mendiskusikan sampul buku kepada desainer grafis.

6 Fakta Menarik Bali United Juara Liga 1 2019 yang Perlu Kamu Ketahui

Tribun Bali
Meski dinodai dengan kekalahan pada laga terakhir Liga 1 2019 melawan Madura United, 22 Desember 2019, Bali United tetap dipastikan menjadi juara kompetisi sepak bola tertinggi di Tanah Air itu.

Gelar juara yang diraih sejak tanggal 2 Desember seusai mengalahkan Semen Padang langsung disambut gemuruh Semeton, suporter setia Bali United yang tampak tidak sabar menyaksikan seremoni penyerahan trofi juara Liga 1 2019.

Sehari setelah pertandingan, 23 Desember 2019, selebrasi lanjutan langsung diadakan dengan meriah melalui konvoi bertajuk Parade Budaya. Pulau Bali pun bersuka cita.

Keberhasilan Bali United ini menjadikannya sebagai klub pertama dari luar pulau-pulau besar di Indonesia yang berhasil juara liga sepanjang sejarah sepak bola Tanah Air.

Berkat Bali United pula, sepak bola Bali kembali bergairah setelah terakhir di era Galatama dan Liga Indonesia ada Gelora Dewata yang kemudian hijrah ke Sidoarjo menjadi Delta Sidoarjo.

Tentu saja di balik keberhasilan Serdadu Tridatu ini ada 6 fakta menarik untuk diungkapkan. Apa saja itu?

Bukan asli Bali

Tribun Bali
Meski berasal dari Bali tepatnya dari Gianyar serta memakai nama Bali, faktanya Bali United bukan klub asli Bali.

Klub sepak bola ini aslinya adalah Persisam Putra Samarinda dari Samarinda, Kalimantan Timur.

Karena mengalami masalah finansial dan pailit, pada 2014 klub dijual kepada Peter Tanuri, bos ban Achilles.

Oleh Peter klub diboyong ke Bali pada 2015. Peter kemudian mengubah nama klub dan menjadi CEO Bali United.

Memodernisasi stadion

Kompas.com
Bali United ke Bali bukan sekadar datang dan menetap namun juga memberdayakan.

Hal itu terlihat dari dipolesnya Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi stadion sepak bola yang modern setelah sebelumnya terlihat tidak bernyawa.

Pemolesan stadion juga diiringi dengan pengelolaan bersama Bali United dengan Pemkab Gianyar.

Dengan hal tersebut klub sepak bola Bali itu berhak memasang brand di stadion untuk menambah nilai jual.

Tak lupa Stadion Kapten I Wayan Dipta juga menjadi stadion pertama di Indonesia yang punya official merchandise store dan kafe di bawah tribun.

Melantai di bursa efek

Kompas.com
Bali United boleh dibilang sebagai klub Indonesia pertama yang memberanikan diri untuk melantai di Bursa Efek Indonesia pada 17 Juni 2019.

Di bawah bendera PT Bali Bintang Sejahtera, Bali United menawarkan saham sebesar 2 milyar unit atau 33, 33% kepada publik yang kemudian mendapatkan respons balik seharga Rp 730 milyar.

Bali United menjadi klub sepak bola pertama di Asia Tenggara dan kedua setelah Guangzhou Evergrande dari Cina.

Langkah Bali United kabarnya juga akan diikuti klub-klub lain seperti Arema, Persib, dan Persija.

Pemasok sponsor untuk klub lain

Kumparan
Bukan hal yang aneh jika klub-klub sepak bola di Indonesia kesulitan mendapat sponsor sebagai pundi utama klub untuk mengarungi kompetisi.

Selain karena iklim berinvestasi sepak bola Indonesia yang belum menjanjikan, juga karena belum begitu profesionalnya pengelolaan sepak bola Tanah Air.

Bali United yang memang mapan secara finansial diketahui membantu klub-klub Indonesia lainnya seperti Arema, Semen Padang, PSIS, dan PSS mendapat bantuan finansial dari Bali United.

Adalah PT Kreasi Anak Bangsa, salah satu anak perusahaan pengelola Bali United yang menjadi agensi untuk sponsor.

Karena di bawah agensi yang sama tidaklah mengherankan jika keempat klub yang mendapat bantuan ini mempunyai sponsor yang sama di jersi.

Jersi model baju balap dan apparel sendiri

Bali United Store
Sejak era 2000-an awal dan sejak diberlakukannya larangan oleh pemerintah terhadap klub sepak bola dalam menggunakan APBD, banyak klub mau tidak mau harus mencari sponsor untuk menghidupi diri sendiri sehingga muncullah iklan di jersi masing-masing.

Tak terkecuali Bali United yang tampil dengan jersi yang hampir seluruhnya ditutupi iklan.

Keberadaan iklan yang banyak ini dianggap merusak estetika.

Namun ada yang membela bahwa yang dilakukan klub Bali ini semata untuk kepentingan praktis, yaitu mengenalkan para sponsor itu ke khalayak.

Selain jersi balap, Bali juga mandiri dalam memproduksi jersinya alias tidak bekerja sama dengan apparel mana pun.

Seharusnya juara pada 2017

Bola.com
Liga 1 2017 akan selalu diingat sebagai liga sepak bola Indonesia yang penuh dengan hal-hal ganjil menjelang berakhirnya musim.

Kala itu Bali United bersaing dengan Bhayangkara FC dalam perebutan gelar juara.

Saat itu Bali United ada di puncak klasemen namun tiba-tiba digeser oleh Bhayangkara FC yang diberi menang WO 0-3 atas Mitra Kukar oleh Komdis PSSI.

Posisi itu membuat Bhayangkara FC unggul head to head sehingga berhak dinyatakan juara.

Kejadian aneh inilah yang membuat geleng-geleng banyak pihak termasuk Sylvano Comvalius, striker Bali kala itu yang menyebut Liga 1 adalah liga sirkus.

Sabtu, 21 Desember 2019

Hyundai dan 3 Pabrikan Asia Lainnya yang Pernah Juara WRC

FIA
Hyundai untuk pertama kali juara pabrikan reli dunia atau WRC pada musim 2019 ini. Ini merupakan prestasi terbesar pabrikan otomotif asal Korea Selatan tersebut sejak membalap di WRC pada 2000.

Kepastian Hyundai menjadi juara WRC 2019 setelah memenangkan reli Catalunya, Spanyol, pada Oktober 2019. Reli Catalunya sebenarnya bukan seri terakhir WRC. Namun karena Australia sebagai tuan rumah seri terakhir dilanda kebakaran semak akhirnya Reli Catalunya yang jadi seri final.

Keberhasilan Hyundai juara WRC 2019 ini menjadikan WRC dua musim berturut-turut dikuasai pabrikan mobil Asia. Tahun 2018 adalah Toyota yang berhasil juara pabrikan  setelah 18 tahun absen di ajang reli dunia tersebut.

Hyundai yang memakai nama Hyundai Motorsport (Hyundai Shell Mobis WRT), dan mengandalkan i20 Coupe menjadi tim keempat dari Asia yang juara pabrikan di WRC.

Lalu siapa sajakah tiga tim lainnya? Yuk, mari simak!

Toyota

Pinterest
Penggemar WRC sudah pasti akrab dengan nama Toyota yang memang jago reli. Nama-nama produk seperti Celica dan Corolla tentulah menjadi mobil-mobil legendaris pabrikan asal Jepang ini.

Semenjak ikut reli dunia pada 1972, Toyota baru pertama kali menjadi juara pabrikan pada medio 90-an. Toyota yang waktu itu memakai nama Toyota Team Europe dua kali juara berturut-turut pada 1993 dan 1994.

Pinterest
Sempat didera masalah akibat sanksi dari FIA terkait dengan pembatas udara ilegal pada 1995, Toyota kemudian kembali pada 1998, dan juara pabrikan tahun berikutnya. Setelah itu Toyota absen, dan baru muncul lagi pada 2017.

Kemunculan kembali Toyota ini tidak lagi memakai nama Toyota Team Europe atau Toyota Motorsport, tetapi memakai nama Toyota Gazoo Racing WRT, yang bukan bagian dari Toyota Motorsport.

Autosport
Mobil yang dipakai bukan lagi Celica dan Corolla, melainkan Yaris yang dihomologasi menjadi garang hingga sukses juara pabrikan pada 2018.

Mitsubishi

wrcwings.tech
Mitsubishi bagi penggemar WRC identik dengan warna merah yang menyelimuti bodi mobil. Warna greng tersebut sesuai dengan warna lambang pabrikan otomotif asal Jepang ini yang berbentuk tiga berlian.

Semenjak berpartisipasi di ajang reli dunia pada dekade 70-an, Mitsubishi dengan nama Mitsubishi Ralliart baru sukses juara pabrikan pada musim 1998.

Tentu mobil yang diandalkan waktu itu adalah Lancer Evolution V, yang punya kemampuan turbo. Mobil ini bersaing dengan Toyota Corolla kala itu.

Subaru

Flickr
Pabrikan ketiga dari Asia yang juara pabrikan WRC sebelum Hyundai adalah Subaru. Pabrikan asal Jepang dengan logo oval horizontal dan ada bintang-bintang di dalamnya ini sukses juara pada dekade 90-an.

Tidak tanggung-tanggung Subaru yang merupakan produksi Subaru Corporation ini juara pabrikan selama tiga musim berturut-turut, 1995, 1996, 1997.

Subaru yang memakai nama Subaru World Rally Team, dan identik dengan warna biru serta tulisan 555 di bodi mobil mengandalkan Impreza sebagai jagoan untuk bisa juara pabrikan.

Prestasi ini merupakan hal yang mengagumkan bagi sebuah pabrikan mobil Jepang setelah debut pada 1980.

Minggu, 15 Desember 2019

3 Macam Bus Kampus UI Depok, Ada yang Langsung Nyambung KRL dan MRT


Adobe Sparkpost/koleksi pribadi

Sudah menjadi pemandangan umum bahwa kampus mempunyai bus sebagai transportasi untuk mahasiswa dan dosen. Salah satunya kampus UI Depok. Semenjak 1987, kampus seluas 320 hektare ini mempunyai bus kampus. Dari yang hanya 1 macam kini terdapat 3 macam bus kampus di UI. Apa sajakah itu?

Bus Kuning UI

Nawala Karsa

Inilah bus yang paling populer bagi mereka yang pernah dan sedang berkuliah di UI. Disebut bus kuning karena tampilan warnanya yang keseluruhan berwarna kuning. Supaya gampang disebut bus ini pun diakronimkan menjadi bikun, dan menjadi ikon populer kedua di UI setelah jakun atau jaket kuning –jaket almamater UI.

Dilansir dari situs UI, bus kuning beroperasi setiap Senin hingga Sabtu. Jam operasinya adalah dari jam 7 pagi hingga jam 9 malam. Sedangkan untuk hari Sabtu hanya sampai jam 3. Rutenya sendiri melewati seluruh kampus dengan dimulai dari asrama mahasiswa dan kembali lagi ke asrama.

Untuk rute sendiri terdiri dari dua rute, yaitu rute yang langsung lurus dari gerbatama dan Stasiun KRL UI mengarah ke FHUI dan rektorat, dengan ditandai oleh warna merah. Satu lagi adalah rute biru yang berbelok melewati bundaran psikologi setelah dari gerbatama dan stasiun.

Tempat pemberhentian paling favorit bus mahasiswa ini adalah Halte Stasiun UI. Sebab, di halte yang menempel dengan Stasiun KRL Universitas Indonesia itulah banyak mahasiswa yang menunggu kedatangan bus atau berhenti di halte tersebut.

Pihak kampus juga membolehkan pihak non-kampus UI seperti masyarakat sekitar atau mahasiswa kampus sekitar UI seperti dari Gunadarma, LP3i, dan PNJ, yang berada di dalam kampus UI untuk menaiki bikun.

Bis Kuning UI hingga hari ini dikelola oleh dua operator, yaitu pihak UI dan PO Bus Kramat Djati. Adapun pihak UI menyediakan bus sendiri, dan PO Bus Kramat Djati bus outsourching yang dipakai berdasarkan kontrak. Sebanyak 13 unit dioperasikan. Bus kampus UI ini juga dijadikan nama kafe di dekat FHUI, Bikun Coffee.

Bis Kuning PNJ

Write Your Feels


Selain Bis Kuning UI, juga terdapat bus kuning yang lain, yaitu Bis Kuning PNJ atau lebih akrab disebut bipol, kepanjangan dari bis politeknik. Bus ini dioperasikan oleh Politeknik Negeri Jakarta atau PNJ, kampus yang berada di dalam UI. PNJ sendiri dahulunya bernama Politeknik UI, dan menjadi bagian dari UI. Namun semenjak 1998 memisahkan diri.

Meski sama-sama berwarna kuning, terdapat beberapa perbedaan pada bipol ini. Selain dioperasikan oleh PNJ, rutenya pun juga sedikit berbeda. Rute transportasi mahasiswa berawal dari kampus PNJ sendiri, dan berakhir di kampus itu juga. Dalam rute itu, bipol juga melewati gerbatama dan Stasiun KRL UI.

Jam operasional bipol hampir sama dengan bikun. Namun untuk jam operasional ini banyak mahasiswa yang masih mengeluhkan jadwal yang tidak sesuai sehingga banyak mahasiswa PNJ yang lebih memilih naik bikun serta berhenti di halte seberang PNJ lalu berjalan 400 meter ke dalam kampus, atau naik kendaraan pribadi.

Bus TransJakarta UI

Suara Mahasiswa.com


Bus kampus terakhir yang berada di kampus UI justru adalah bus TransJakarta. Ya, kedengarannya tidak seperti biasanya tapi semenjak Juli 2019 bus yang populer dengan nama busway ini mulai mengaspal di dalam kampus.

Keberadaan busway di dalam kampus UI berawal dari kerja sama antara pihak UI dan PT Transportasi Jakarta selaku pengelola TransJakarta untuk pengadaan armada baru seiring berakhirnya kerja sama UI dengan PO Bus Kramat Jati sebagai penyedia bus outsourching.

Awalnya banyak beredar berita bahwa busway diadakan untuk menggantikan bikun sehingga banyak diprotes mahasiswa dan mereka yang pernah berkuliah di UI. Namun, busway sendiri rupanya diadakan justru untuk mendampingi bikun, baik bikun yang dikelola UI maupun PO Bus Kramat Djati.

Busway yang dioperasikan di dalam kampus UI ini mengambil rute UI-Stasiun Manggarai dan Jatijajar-Lebak Bulus. Rute pertama sebenarnya dioperasikan sejak 2016 namun hanya sampai luar gerbatama, dan baru masuk kampus setelah penandatanganan kerja sama. Sedangkan rute kedua setelah penandatanganan.

Busnya sendiri adalah Metrotrans berwarna oranye-putih berlantai rendah sehingga memungkinkan para mahasiswa bisa menaiki dari halte-halte di dalam kampus yang memang didesain standar alias tidak berlantai tinggi. Bus ini tetap gratis selama berada di dalam kampus, dan akan dikenakan biaya Rp 3.500 jika sudah keluar kampus.

Transportasi terintegrasi massal ini lansung menyambung dengan KRL dan MRT. Rute UI-Stasiun Manggarai (4B) berhenti di stasiun-stasiun KRL Lenteng Agung, Tanjung Barat, Pasar Minggu, dan Manggarai. Rute Jatijajar-Lebak Bulus (D21) berhenti di stasiun-stasiun KRL dan MRT Universitas Pancasila, Lenteng Agung, Fatmawati, dan Lebak Bulus.

Selain Metrotrans yang merupakan ekstensi dari rute sebelumnya, pihak UI dan Transportasi Jakarta juga akan menyediakan Metrotrans yang memang khusus melintas di dalam UI. Rute bus kampus ini sama dengan bikun UI bahkan desain bus juga berwarna kuning dengan dua opsi, ditambahkan warna hijau yang sesuai dengan go green UI atau putih sesuai warna Metrotrans.

Dari berbagai sumber



Sabtu, 14 Desember 2019

5 Stasiun Kereta Api di Kebayoran, Ada yang Bisa Langsung ke Mal


koleksi pribadi

Kebayoran yang merupakan salah satu wilayah di Jakarta Selatan, dan terbagi atas dua kecamatan, Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru mempunyai 5 stasiun kereta api. Satu stasiun berada di Kebayoran Lama dan 4 berada di Kebayoran Baru. Stasiun-stasiun apa sajakah itu? Berikut 5 stasiun kereta api di Kebayoran.

Stasiun Kebayoran 

Jawa Pos

Terletak di Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Stasiun Kebayoran merupakan stasiun kereta api tertua di Kebayoran. Stasiun permukaan peninggalan zaman Belanda ini adalah stasiun KRL untuk relasi Tanah Abang-Rangkasbitung atau Green Line. Sebelumnya stasiun ini merupakan jalur kereta api hingga ke Merak.

Pada 1992, stasiun Kebayoran dielektrifikasi untuk Serpong Ekspres yang merupakan cikal bakal KRL Green Line. Awalnya stasiun ini mempunyai 3 jalur seperti halnya Stasiun Palmerah. Namun, kemudian dirombak, dan diganti dengan 2 jalur lurus. Belanda membangun stasiun ini untuk keperluan angkut perkebunan dan pariwisata ke Rangkasbitung atau Merak.

Stasiun Kebayoran kemudian pada 2014 direnovasi oleh Kementerian Perhubungan, dan mendapatkan bentuk yang sekarang sebagai stasiun kereta api Indonesia dengan bangunan bertingkat, jalur kereta api di bawah. Bersama-sama dengan Stasiun Palmerah, Parungpanjang, dan Maja, stasiun dengan bentuk baru itu diresmikan pada 2016.

Banyak orang akan mengaitkan stasiun ini pada Tragedi Bintaro I yang terjadi pada 1987. Sebab, peristiwa itu sendiri terjadi di perlintasan antara Stasiun Kebayoran dan Stasiun Sudimara. PPKA stasiun ini diindikasikan terlibat dalam peristiwa kecelakaan kereta api yang merenggut banyak jiwa tersebut.

Alamat: Jalan Mesjid Al Huda Nomor 12, Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12220

Tempat-tempat penting: Pasar Kebayoran Lama, Gandaria City, Halte TransJakarta Pasar Kebayoran Lama (Koridor 8), Halte TransJakarta Velbak (Koridor 13)


Stasiun Senayan

Kaskus

Sesuai dengan namanya, stasiun kereta api ini terletak di Kelurahan Senayan, Kebayoran Baru. Senayan merupakan salah satu stasiun MRT yang berada di wilayah kecamatan tersebut. Stasiun ini adalah stasiun bawah tanah yang berada di Koridor Utara-Selatan Lebak Bulus-Bundaran HI. Stasiun Senayan dibangun pada 2013, dan diresmikan pada Maret 2019.

Letak Stasiun Senayan berada di bawah Jalan Jenderal Sudirman, dan merupakan stasiun bawah tanah terakhir untuk MRT Koridor Utara-Selatan. Stasiun ini mempunyai dua jalur lurus yang berada di sisi kanan dan kiri, dan peronnya sendiri bertipe pulau.

Alamat: Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190

Tempat-tempat penting: Senayan City, Plaza Senayan, Ratu Plaza, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, FX Sudirman, Halte TransJakarta Bundaran Senayan dan Gelora Bung Karno (Koridor 1)


Stasiun ASEAN

Liputan6.com

Stasiun MRT berikutnya yang terletak di Kebayoran Baru adalah ASEAN. Dinamakan demikian karena letaknya yang tidak jauh dari Sekretariat ASEAN yang berada di Jalan Sisingamangaraja, jalan yang akan menjadi nama stasiun ini.

Karena namanya yang demikian, stasiun ini pun mempunyai lambang ASEAN di dalamnya, serta interior bernuansa negara-negara Asia Tenggara anggota ASEAN. Stasiun ASEAN sendiri merupakan stasiun MRT layang pertama dalam MRT Koridor Utara-Selatan.

Alamat: Jalan Sisingamangaraja, Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110

Tempat-tempat penting: Sekretariat ASEAN, Masjid Agung Al-Azhar, Universitas Al-Azhar Indonesia, Al-Azhar Pusat, Kementerian Agraria/BPN, Kejaksaan Agung, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mabes Polri, Museum Polri, PTIK, RSP Pertamina, PLN, M Bloc (eks gedung Peruri), Halte TransJakarta Masjid Agung (Koridor 1), dan Halte TransJakarta CSW (Koridor 13)



Stasiun Blok M BCA

koleksi pribadi

Boleh dibilang inilah stasiun MRT paling terkenal dan favorit bagi pengguna MRT. Dinamai berdasarkan kawasan perdagangan terkenal di Jakarta Selatan, Stasiun Blok M BCA adalah stasiun MRT kedua yang jalurnya melayang untuk Koridor Utara-Selatan.

Stasiun yang terletak di atas Jalan Panglima Polim, dan berada di wilayah Melawai ini merupakan satu-satunya stasiun di Kebayoran Baru yang mempunyai hak penamaan setelah BCA memenangkan hak tersebut pada Juli 2019.

Stasiun Blok M BCA adalah juga stasiun kereta api MRT satu-satunya yang punya 3 jalur, dan berwesel. Letaknya sendiri juga berada di samping Blok M Plaza, dan terdapat skybridge untuk akses langsung ke mal tersebut. Stasiun ini juga terintegrasi langsung dengan Terminal Bis Blok M.

Alamat: Jalan Panglima Polim, Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 12160

Tempat-tempat penting: Blok M Plaza, Blok M Square, Mal Blok M, Pasaraya Grande, Terminal Bis Blok M, Halte TransJakarta Blok M (hampir semua koridor), SMA 6, SMA 70, Taman Martha Tiahahu, Taman Ayodya


Stasiun Blok A

Bandar Mousepad

Stasiun layang berikutnya di Kebayoran Baru adalah Blok A. Dinamai berdasarkan kawasan yang diperuntukkan bagi komersial dan perdagangan seperti Blok M. Stasiun MRT ini terletak di atas Jalan Panglima Polim. Jalurnya sendiri terdiri dua, dan tidak berwesel. Stasiun kereta api ini merupakan stasiun terakhir di Kebayoran Baru.

Alamat: Jalan Panglima Polim Nomor 143, RT 2/RW 6, Pulo, Kecamatan Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12140

Tempat-tempat penting: Pasar Blok A, Kafe Ratangga






Minggu, 02 Desember 2018

6 Perang Besar Modern di Asia Timur

Kemunculan Revolusi Industri di Inggris pada abad ke-18 berdampak perubahan sektor kehidupan yang tadinya bergantung pada pertanian beralih ke sektor industri yang mengharuskan manusia bekerja secara tertata dengan mesin-mesin dalam sebuah pabrik. Perubahan itu tak pelak akan menimbulkan akibat yang luar biasa ke seluruh dunia, yaitu perang besar modern.

Apakah yang dimaksud dengan perang besar modern?

Perang besar modern adalah sebuah konflik yang terjadi di zaman modern setelah terjadinya Revolusi Industri dalam skala yang besar dengan memakai persenjataan yang modern dan mematikan. Perang ini terjadi akibat industri yang lebih berorientasi kepada hasil jadi dan padat dalam skala besar dan massif tentu membutuhkan bahan baku atau bahan mentah yang akan diolah setelahnya. Apabila bahan-bahan baku seperti sumber daya alam dan manusia ini tidak bisa didapatkan, tentu akan berdampak negatif pada industri itu. Akibatnya, industri tersebut gulung tikar.

Untuk negara yang berorientasi pada industri tentu hal tersebut tidak bisa dibiarkan. Itu artinya bahan baku harus tetap ada, dan harus didapatkan bagaimanapun caranya. Merupakan sebuah anugerah jika negara industri itu mempunyai banyak sumber daya untuk bahan baku. Namun bagaimana jika negara itu tidak punya sama sekali sumber daya? Otomatis negara tersebut harus mengimpor yang tentu saja membutuhkan biaya-biaya yang cukup mahal. Pada akhirnya, untuk menutupi mahalnya biaya-biaya ini selain dengan perjanjian perdagangan yang diplomatis, cara terakhir adalah menguasai wilayah yang kaya sumber daya itu secara paksa melalui perang.

Setelah Revolusi Industri yang melahirkan banyak industri, perang yang berlaku memakai senjata api modern berupa senapan, meriam, kapal perang, tank, kapal selam, dan pesawat terbang dari hasil industri persenjataan.

Revolusi Industri yang berdampak besar di Eropa dan Amerika Serikat akhirnya tiba di Asia, tepatnya di Asia Timur. Di wilayah inilah kemudian atas nama nasionalisme berbungkus dengan kepentingan ekonomi dan industri terjadilah banyak pergolakan bersenjata yang berakibat negatif pada nilai-nilai kemanusiaan. Pergolakan ini yang hingga saat ini mempengaruhi hubungan-hubungan bilateral antarnegara-negara yang ada di lingkup budaya Asia Timur atau Sinosfer, Cina, Jepang, Korea Utara dan Selatan, serta Vietnam.

Konfilk bersenjata di Asia Timur
6 Perang Besar Modern di Asia Timur


Berikut adalah 6 pergolakan bersenjata yang terjadi di Asia Timur

Perang Cina-Jepang Pertama 

Di akhir abad ke-19, tepatnya pada rentang waktu 1894-1895 terjadilah perang besar modern pertama di Asia Timur. Pelakunya adalah Cina dan Jepang. Kedua negara berperang hanya karena ingin memperebutkan Korea yang merupakan wilayah yang cukup strategis bagi kedua negara. Cina yang diperintah oleh Dinasti Qing menganggap Korea yang ketika itu dikuasai oleh Dinasti Joseon merupakan wilayah bawahan sedangkan Jepang melihat Korea sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya untuk industri di Negeri Sakura sekaligus sebagai tempat penampungan orang-orang Jepang.

Perebutan kendali Korea oleh kedua negara yang budayanya sama ini merupakan pertentangan yang memperlihatkan unsur-unsur tradisional melawan modernitas. Unsur-unsur tradisional masih dipegang oleh Dinasti Qing, yang walaupun berupaya memperbarui angkatan perangnya namun tetap masih berpegang pada taktik perang tradisional serta memakai senjata-senjata tradisional seperti panah dan pedang. Sementara modernitas dipegang penuh oleh Jepang yang menerapkan prinsip-prinsip berperang ala Barat mulai dari pakaian, senjata, hingga taktik. Unsur ini muncul akibat Restorasi Meiji segera setelah Jepang membuka isolasi pada 1853, yang mengakhiri dominasi Shogun dan kaum samurai.

Perang yang terjadi dalam rentang setahun ini pada akhirnya memperlihatkan ketidakseimbangan kekuatan dan taktik. Cina yang masih menganggap dirinya lebih besar dari Jepang sehingga menganggap remeh tetangga di seberang lautan ini akhirnya mengaku kalah setelah beberapa kali diberondong serangan dan kalah beberapa kali dalam setiap pertempuran sehingga mengalami kerugian lebih banyak.

Kemenangan Jepang atas Cina tentu berdampak besar karena untuk kali pertama Asia Timur dikuasai oleh Negeri Sakura. Jepang selain berhak atas Korea melalui Perjanjian Shimonoseki, juga berhak atas Taiwan, Pulau Pescadores, dan Semenanjung Liaodong. Kemenangan ini juga karena Jepang berhasil menerapkan Restorasi Meiji yang mengubah negara itu menjadi negara industri. Sementara bagi Cina perang ini semakin merosotkan wibawa Dinasti Qing di mata masyarakat Cina, yang mengganggap dinasti ini harus keluar dari Cina, dan Cina harus segera menjadi negara modern dengan menerapkan demokrasi ala Barat. Puncaknya terjadi pada 1911 ketika Revolusi Xinhai berkobar yang mengakibatkan setahun setelahnya Dinasti Qing bubar, dan digantikan oleh Republik Cina pimpinan Yuan Shikai sebagai presiden pertama.


Perang Sipil Cina

Perang sipil Cina merupakan perang yang terjadi antara nasionalis atau Kuomintang dengan komunis atau Kungchantang. Perang ini sendiri dimulai dari 1927 hingga 1950, dan terbagi dalam dua periode. Periode pertama terjadi pada 1927 hingga 1937 sedangkan periode kedua pada 1946 hingga 1950. Dengan periode dari 1937 hingga 1945 tidak ada akibat serangan Jepang ke Cina. 

Perang sipil yang terjadi di Cina merupakan perang sipil pertama pada masa modern yang terjadi di Asia Timur, dan perang yang terjadi akibat pertentangan ideologi, nasionalis dan komunis. Pertentangan ini berawal dari gejolak yang terjadi terus-menerus di Cina setelah negara itu berhasil mengakhiri sistem dinasti selama 4.000 tahun pada 1912, yang kemudian ditandai dengan berdirinya Republik Cina sebagai republik pertama di Asia di awal abad ke-20. Namun permasalahan itu tidak begitu saja hilang. Cina masih kuat dipimpin oleh para panglima perang yang masih loyal kepada Dinasti Qing sehingga cukup sulit untuk bisa menyatukan Cina. Ditunjuknya Yuan Shikai sebagai presiden pertama tidak lantas membuat para panglima perang ini tunduk padahal Shikai adalah bekas panglima perang di zaman Dinasti Qing. Apalagi setelah Yuan Shikai meninggal pada 1916, hal tersebut kian memarah.

Penerus Shikai, Dr. Sun Yat Sen, yang berupaya memasukkan konsep demokrasi Barat ke dalam Republik Cina tidak bisa berbuat apa-apa selain meminta jenderalnya, Chiang Kai-Shek, untuk memberantas para panglima perang tersebut, dan meminta bantuan Uni Soviet demi unifikasi Cina. Tanpa disadari, permintaan bantuan ke Uni Soviet inilah yang di kemudian hari menjadi bumerang. Kader komunis seperti Zhou Enlai diperbolehkan ikut sehingga juga mendapatkan bantuan ilmu dan persenjataan. Hingga kemudian Kunchantang yang berdiri pada 1921 sebagai akibat dari situasi yang memarah di Cina, yang dianggap tidak adil untuk rakyat mulai memberontak terhadap pemerintah apalagi setelah terjadinya Insiden 12 Mei 1937 di Shanghai yang berupaya membereskan orang-orang komunis.

Konflik antara nasionalis dan komunis itu kemudian berubah menjadi perang sipil. Tentu saja terdapat ketidakseimbangan kekuatan, dengan nasionalis mempunyai keunggulan pada tentara dan persenjataan. Perang sipil ini yang membuat Cina terus bergolak. Sempat dihentikan ketika Jepang menyerang Cina yang mengakibatkan banyak korban sipil sehingga nasionalis dan komunis bersatu melawan Jepang yang kemudian menyerah pada 1945. Namun rupanya itu hanya sementara karena pada 1946 terjadi kembali pertempuran antara keduanya. Kali ini kaum komunis yang didukung oleh Uni Soviet dan jumlahnya sudah besar berhasil memenangkan pertempuran. Kaum nasionalis yang kalah lalu memindahkan pemerintahan ke Taiwan hingga sekarang sedangkan kaum komunis mendirikan Republik Rakyat Cina pada 1949. Dampak dari perang sipil tersebut masih terasa hingga sekarang karena baik Cina dan Taiwan masih keukeuh mengenai status masing-masing. Apalagi Cina menganggap Taiwan adalah provinsi yang membelot, dan karena itu kerap meneror Taiwan. Taiwan yang dibekingi Amerika Serikat tidak terima, dan meminta sekutunya itu untuk melindungi sehingga kedua negara berpotensi berperang hingga sekarang.

Perang Cina-Jepang Kedua

Setelah berhasil memenangkan perang melawan Cina di akhir abad ke-19, Jepang menjadi salah satu negara baru dalam industri modern yang kini sejajar dengan Amerika Serikat dan Eropa. Negeri Sakura terus meningkatkan kemampuan dalam persenjataan sembari menggeber industri-industri penunjang yang ada di dalamnya. Diserahkannya Taiwan kepada Jepang sebagai dampak dari Perjanjian Shimonoseki membuat Jepang bisa mengerahkan sumber-sumber daya yang ada di sana. Apalagi Jepang punya hak juga atas Korea yang dikontrol sepenuhnya pada 1910.

Pada 1905, Jepang memenangkan sebuah perang besar atas Rusia terkait dengan penguasaan atas Semenanjung Liaodong, Korea, dan Sakhalin Selatan. Kemenangan itu membuat Jepang menjadi negara yang harus ditakuti dan diwaspadai apalagi ini adalah kemenangan pertama negara Asia melawan Eropa. Jepang semakin percaya diri setelah pada 1919 sebagai bagian dari Sekutu pada Perang Dunia Pertama berhasil mengalahkan Jerman yang menguasai Tsingtao, Cina.

Meski begitu, Jepang harus tetap mendapatkan wilayah dengan sumber daya yang banyak untuk bisa menghidupkan industrinya. Karena itu, diincarlah Cina yang memang kaya sumber daya. Setelah berhasil menguasai Manchuria pada 1931, dan mendirikan negara boneka Manchukuo, Jepang kemudian mengarahkan diri untuk menguasai Cina yang sedang dilanda konflik internal melawan komunis.

Penyerangan Jepang atas Cina pada 1937 setelah insiden Jembatan Marco Polo membuat kedua negara kembali berperang. Kali ini Jepang yang sudah menjadi raksasa di Asia berupaya melawan Cina yang masih kepayahan dalam menerapkan demokrasi dan modernisasi Barat. Akibatnya, mudah ditebak. Cina kewalahan. Beberapa kota besar di Cina seperti Beijing, Shanghai, dan Nanking, jatuh ke tangan Jepang. Membuat pemerintah Cina memindahkan pemerintahan ke Chongqing hingga akhir perang. 

Selama perang Cina dan Jepang jilid dua itu, tidak hanya kerusakan material dan korban jiwa yang didapat, tetapi juga tindak kekerasan yang dilakukan tentara Jepang selama berhasil menguasai kota-kota Cina. Yang paling diingat tentu adalah Tragedi Nanking pada 1939. Di peristiwa inilah Jepang melakukan beberapa tindak kekerasan seperti pemerkosaan dan pemancungan kepala lewat sebuah kontes. Jepang juga tidak segan-segan membunuh anak-anak dan wanita. 

Jepang kemudian menyerah kalah dari Cina pada 1945 dalam perang ini, dan merupakan kemenangan pertama Cina dalam beberapa puluh tahun. Kemenangan Cina atas Jepang ini juga merupakan kerja sama kaum nasionalis dan komunis, dan juga Cina mendapat bantuan dari luar sebagai Sekutu di perang yang juga bagian dari Perang Dunia Kedua. Jepang memang akhirnya hengkang, dan beberapa perwiranya ada yang dieksekusi balik di Cina, namun ingatan akan Tragedi Nanking tetap membekas. Tragedi inilah yang mengganjal hubungan Cina dan Jepang hingga hari ini karena kedua belah pihak sama-sama mempunyai argumen untuk masing-masing pembelaan atas tindakan di perang tersebut.


Perang Korea

Berakhirnya Perang Dunia Kedua di kawasan Asia-Pasifik pada 1945 dengan kekalahan Jepang membuat pihak-pihak yang memenangkan perang berupaya menanamkan pengaruhnya ke wilayah-wilayah yang pernah dikuasai oleh pihak-pihak yang kalah perang. Setelah perang berakhir, kawasan Asia-Pasifik terutama Korea menjadi merdeka setelah 1910 dikuasai Jepang.

Akan tetapi, pengaruh-pengaruh yang muncul selepas Perang Dunia Kedua seperti kapitalisme dan komunisme menyebar bagai virus sehingga sulit dihentikan. Korea pun menjadi tempat paham-paham itu menyebar yang kemudian membuat Korea bergejolak dalam sebuah perang, dan lantas memisahkan Korea menjadi Korea Utara dan Selatan.

Awal masalah terjadinya perang ini adalah kembali ketika Korea dikuasai sepenuhnya oleh Jepang. Korea yang kala itu masih bersatu di bawah Dinasti Joseon harus rela dinasti itu dihapus oleh Jepang. Selama pendudukan Jepang itu terjadi banyak tindakan kekerasan dan diskriminatif sehingga menimbulkan perlawanan-perlawanan. Ketika Perang Dunia Kedua berkobar banyak orang Korea yang dipekerjakan menjadi tentara, pilot pesawat tempur, hingga jugun ianfu atau wanita penghibur.

Selama masa pendudukan Jepang itu muncul ide untuk membebaskan Korea dari Jepang melalui sebuah pemikiran dan visi akan Korea merdeka dan berbentuk republik. Akan tetapi pemikiran dan visi itu berbeda satu sama lain. Kim Il-sung yang pada masa Jepang berkuasa banyak menghabiskan waktu di Cina tertarik akan paham komunisme sedangkan Syngman Rhee yang pernah menjadi seorang metodis di AS tertarik akan kapitalisme yang ditawarkan AS. Perbedaan-perbedaan ini yang kemudian menjadi benturan kala Kim Il-sung yang sudah menjadi komunis memaksakan diri menyatukan sebuah Korea dengan bantuan persenjataan dari Uni Soviet. Tentu saja tindakan Kim Il-sung ini tidak diterima begitu saja oleh Syngman Rhee yang lantas meminta bantuan ke AS dan sekutunya. AS pun merespons dengan kekhawatiran jika Korea menjadi komunis akan berlaku teori domino. Karena itu, atas mandat dari PBB AS pun membantu langsung Korea Selatan melawan Korea Utara.

Perang yang terjadi pada 1950 hingga 1953 ini merupakan perang sipil kedua di Asia Timur setelah Perang Dunia Kedua, dan menjadi perang saudara yang melibatkan banyak pihak di belakangnya terutama di saat Perang Dingin mulai menyebar. Pada akhirnya, perang ini berakhir dengan genjatan senjata kedua belah pihak yang memungkinkan perang bakal berkobar kembali. Kedua Korea lalu dipisahkan oleh batas berupa garis demarkasi militer sepanjang 250 kilometer. Perang saudara yang memisahkan Korea menjadi dua itu pada akhirnya juga merepresentasikan perbedaan kedua Korea. Korea Utara menjadi negara terbelakang sedangkan Korea Selatan menjadi negara maju dan termasuk 4 Macan Asia. Dan hubungan kedua negara sampai sekarang masih renggang.


Perang Vietnam

Berkobarnya Perang Korea pada dekade 50-an sebagai bagian dari Perang Dingin di Asia kemudian berlanjut ke Vietnam, sebuah negara berbudaya Asia Timur yang berada di Asia Tenggara. Perang ini merupakan perang saudara karena perbedaan ideologi. Vietnam yang awalnya merupakan jajahan Prancis sejak abad ke-19 berhasil memproklamirkan kemerdekaan pada September 1945 setelah Jepang yang menguasai wilayah itu menyerah kalah. Akan tetapi Prancis sebagai pemilik Vietnam sebelumnya tidak rela jika tanah jajahannya itu merdeka. Maka, Prancis pun berniat menguasai Vietnam yang berakibat perang hingga 1954. Prancis kalah lalu hengkang. Namun permasalahan tidak lantas berhenti. Melalui sebuah Perjanjian Jenewa pada tahun yang sama, Prancis mengakui kemerdekaan Vietnam namun hanya di utara sedangkan di selatan sebaliknya yang kemudian dipegang oleh AS. Keduanya dipisahkan oleh sebuah garis paralel. Hal ini dilakukan untuk membendung komunisme yang dipegang oleh Vietnam Utara.

Tidak puas dengan perjanjian itu, Vietnam Utara yang dipimpin oleh Ho Chi Minh berupaya menyatukan seluruh Vietnam, dengan menaklukkan Vietnam Selatan yang dipimpin Ngo Dienh Diem. Tentu saja aksi sepihak Ho tidak disukai Ngo juga AS yang mulai membantu Vietnam Selatan dari asistensi, persenjataan, hingga terjun langsung. AS yang merasa harus melindungi Vietnam Selatan dari ekspansi komunisme akhirnya menerjunkan diri langsung ke perang yang kemudian berkobar dari 1965 hingga 1975 setelah insiden di Teluk Tonkin pada 1964.

Tentu saja dengan dibantu oleh negara besar dengan persenjataan modern dan lengkap akan membuat Vuetnam Selatan aman dan dapat memenangkan perang dalam waktu singkat. Namun kenyataannya tidak. AS malah kerepotan dalam perang ini terutama ketika menghadapi semangat juang tentara Vietnam Utara dan Vietkong yang kerap menyusup masuk wilayah Vietnam Selatan. Apalagi sekutu-sekutu Vietnam Utara seperti Uni Soviet dan Cina tidak tinggal diam dengan membantu persenjataan.

Perang Vietnam pada akhirnya menjadi sebuah perang sipil ketiga di wilayah budaya Asia Timur yang cukup merugikan kedua belah pihak, terutama AS. Untuk kali pertama dalam sejarah AS akhirnya mengaku kalah dari Vietnam Utara sehingga kemudian meninggalkan Vietnam Selatan. Apalagi selama masa peperangan juga terjadi konflik internal di Vietnam Selatan. Vietnam Selatan yang kemudian ditinggal itu menjadi linglung. Para warganya berupaya melarikan diri, dan tidak mau hidup di bawah komunisme sehingga menciptakan kekacauan ketika pada 1975 Vietnam Utara masuk, dan berhasil menguasai Saigon, Ibu Kota Vietnam Selatan. Dengan jatuhnya Saigon, yang kemudian berganti nama menjadi Ho Chi Minh City, membuat Perang Vietnam selesai. Semenjak itu Vietnam pun bersatu hingga sekarang dengan nama Republik Sosialis Vietnam.


Perang Cina-Vietnam

Kesamaan budaya juga ideologi tidak lantas membuat akur dan kompak. Ibarat dua saudara yang lahir dari rahim yang sama namun pada akhirnya berselisih karena suatu hal. Inilah yang terjadi pada Cina dan Vietnam. Dilihat dari sisi historis dan budaya, Cina dan Vietnam bagai kakak-adik. Budaya Cina begitu kental di Vietnam yang tergambar dalam arsitektur, sastra, bahasa, tulisan, tahun baru, dan makanan. Hal itu karena Cina pernah menguasai Vietnam selama 1.000 tahun. Namun dalam masa 1.000 tahun itu kerap terjadi perlawanan dari Vietnam terhadap Cina, yang berakibat hubungan kedua negara naik-turun. Ketika Vietnam sepenuhnya merdeka dari Cina, kebiasaan yang dilakukan Cina diikuti oleh Vietnam, yaitu melakukan perluasan wilayah melalui penaklukkan ke selatan, yaitu ke wilayah Campa, yang kemudian dikuasai seluruhnya pada sekitar 1700-an.

Ketika Cina mengadopsi paham komunis, Vietnam pun mengikutinya. Bahkan Ho Chi Minh belajar komunisme di Cina. Kedua negara karena berpaham sama kemudian saling membantu terutama pada saat Perang Vietnam. Namun semua berubah setelah itu ketika Vietnam tiba-tiba menginvasi Kamboja pada 1978 yang menyebabkan Kamboja pimpinan Pol Pot tersingkir ke hutan. Cina tentu saja tidak senang dengan keadaan itu karena Pol Pot adalah sekutunya apalagi Vietnam menyerang Kamboja dengan bantuan Uni Soviet sehingga hal tersebut membuat Cina harus memerangi Vietnam. Perlu diketahui bahwa sejak 1956 hubungan Cina dan Uni Soviet sebagai dua negara komunis merenggang akibat perbedaan prinsip. Perbedaan prinsip ini yang kemudian menyebar ke sekutu-sekutu mereka.

Permasalahan perbatasan juga menjadi faktor lain penyebab perang ini karena perang kebanyakan berkobar di perbatasan kedua negara. Selama 12 tahun (1979-1991) kedua negara berperang, dengan Cina berhasil beberapa kota di perbatasan yang bisa mengarah ke Hanoi. Kota-kota yang dikuasai itu dianggap sebagai milik Cina. Tentu saja Vietnam melawan balik, dan berhasil memukul mundur. Cina yang awalnya memang ingin mengusir Vietnam dari Kamboja ternyata tidak berhasil sama sekali. Vietnam tetap berada di Kamboja hingga 1991. Kedua negara kemudian menormalisasi hubungan setelah perang tanpa pemenang itu. Akan tetapi hal itu tetap tidak bisa memperbaiki hubungan kedua negara secara utuh karena hingga saat ini keduanya masih tetap mengklaim satu sama lain kepemilikan atas Pulau Spratly atau Paracel di Laut Cina Selatan.

Dari berbagai sumber

Sumber gambar: Canva















 

Statistik

Terjemahan

Wikipedia

Hasil penelusuran