Pages

Sabtu, 02 September 2017

Siprus: Negara UE di Asia

Satu-satunya negara Uni Eropa di Asia. Faktor sejarah dan budaya membuat Siprus lebih Eropa daripada letak geografisnya.
---------------------------------------------------------
Apa yang ada di pikiran Anda kala mendengar kata Uni Eropa? Tentu dengan mudah Anda akan mengatakan itu adalah sebuah organisasi negara-negara di Eropa. Organisasi yang boleh dibilang sebagai front-nya Benua Biru dalam berbagai bidang termasuk ekonomi dan HAM. Organisasi yang kerap mempromosikan perdamaian dunia sebagai akibat dari trauma dua perang dunia yang pernah melanda Eropa, dan organisasi yang juga sering mempromosikan multukulturalisme yang melanda Eropa selepas Perang Dunia Kedua.
Flag of Cyprus
wikipedia

Tentu sebagai organisasi negara-negara di Eropa, itu berarti anggota Uni Eropa seharusnya negara-negara yang secara geografis ada di situ. Akan tetapi, dari 27 negara anggotanya ---minus Inggris yang telah mengajukan pemisahan melalui Brexit--- ada satu negara anggota UE yang secara geografis tidak terletak di Eropa, tetapi di Asia. Negara itu adalah Siprus.

Siprus adalah sebuah negara berbentuk pulau yang terletak di Laut Tengah atau Mediterania. Negara ini bersempadan laut dengan negara-negara Timur Tengah seperti Turki di utara, Lebanon, Suriah, dan Israel di timur laut, dan Mesir di Selatan. Letak Siprus inilah yang menjadikannya sebagai negara di Asia, terutama Asia Barat. Akan tetapi, letak ini juga mendapat pengecualian ketika Siprus mengajukan diri sebagai salah satu negara anggota UE. Padahal, syarat untuk menjadi anggota UE adalah negara yang bersangkutan secara geografis harus berada di Eropa. Namun, rupanya UE juga melihat faktor lain terhadap Siprus. Yaitu, identitas budaya dan sejarahnya.
Location of Cyprus (pictured lower right), showing the Republic of Cyprus in darker green and the self-declared republic of Northern Cyprus in brighter green, with the rest of the European Union shown in faded green
wikipedia

Apabila melihat identitas budaya, dan sejarahnya, sesungguhnya Siprus adalah negara 'Eropa'. Mengapa? Karena mayoritas penduduk Siprus adalah Yunani, dan minoritas adalah Turki. Yunani sendiri sudah mencerminkan keeropaan Siprus, dan tentu saja identitas demikian menjadikan Siprus berbeda dari negara-negara tetangganya yang berbudaya Timur Tengah, dan kerap dilanda konflik sektarian. Dalam hal ekonomi pun Siprus juga merupakan negara dengan pendapatan di per kapita atas rata-rata sebesar US$ 34.970. Tentu saja pendapatan sebesar itu kebanyakan didapat dari sektor pariwisata. Agama mayoritas rakyat di negara ini adalah Kristen Ortodoks yang juga berasal dari Eropa, tepatnya dari masa Byzantium.

Lalu mengenai sejarahnya pun Siprus tidak bisa dilepaskan dari Yunani. Di masa lalu Siprus adalah salah satu koloni Yunani di Asia selain koloni lain di Eropa. Adanya koloni disebabkan kebiasaan bahari orang-orang Yunani. Di sinilah kemudian orang-orang itu tinggal dan menetap lalu membentuk kebudayaan Yunani di Siprus. Dalam sejarahnya pula, Siprus beberapa kali diduduki berbagai bangsa mulai dari Persia, Romawi, Byzantium, Turki, Prancis, dan Inggris. Letak strategis negara ini yang menjadi alasan bangsa-bangsa yang disebutkan tadi menduduki dan menjadikan Siprus sebagai salah satu wilayah mereka.

reuters
Ketika Siprus merdeka dari Inggris pada 1960, permasalahan mulai melanda. Permasalahan itu dimulai dari komposisi siprus yang didiami bukan hanya orang-orang Yunani, melainkan juga Turki. Ketika masih di bawah kekuasaan Inggris, mayoritas orang Siprus beretnis Yunani menginginkan penyatuan dengan Yunani karena alasan sejarah dan budaya melalui gerakan Enosis. Akan tetapi hal itu sebaliknya dipertentangkan minoritas Turki yang berada di sebelah utara negara ini. Mungkin hal itu yang menjadi pertimbangan Uskup Makarios III, presiden pertama negara ini ketika ia lebih memilih kemerdekaan daripada penyatuan dengan Yunani. Hal inilah yang menyebabkan sang uskup dikudeta oleh militer pada 1974. Militer yang di dalamnya terdapat kelompok garis keras EOKA-B pimpinan Jenderal Georgios Divas-Digenis menginginkan Enosis dihidupkan kembali. Apalagi kudeta tersebut didukung Yunani. Tentu saja hal ini berakibat pada terganggu dan terusirnya minoritas Turki di Siprus sehingga mengundang amarah Turki yang kemudian melancarkan invasi ke negara itu. Keadaan ini selanjutnya memisahkan Siprus menjadi dua bagian. Bagian utara dikuasai Turki yang kemudian mendirikan dan mengakui Republik Siprus Utara, sedangkan selatan dikuasai Yunani. Batas kedua negara adalah ibu kota Siprus, Nikosia, yang terbagi dua, dan di dalamnya terdapat garis penyangga PBB. Hal ini berlaku hingga sekarang.

Namun yang diakui dunia internasional hanyalah Siprus Selatan. Siprus Utara hanya Turki. Dengan demikian yang menjadi anggota UE adalah Siprus Selatan atau Siprus Yunani sejak 2004. Masuknya Siprus menjadi anggota UE merupakan batu sandungan bagi Turki untuk menjadi negara anggota UE. Negara transbenua ini sebenarnya sudah lama menginginkan menjadi bagian UE. Untuk menjadi anggota UE pun Turki pun mengeropakan dirinya selepas merdeka pada 1923. Beberapa hal yang dianggap menghambat dan membuat keterbalakangan seperti hukum-hukum Islam dan tulisan Arab dihilangkan. Sekulerisasi ala Eropa pun dihidupkan. Namun hal itu belumlah cukup bagi Turki untuk bisa masuk UE. Selain faktor Islam yang masih kuat walaupun sekuler, faktor Siprus juga menjadi pengganjal. Alasannya, Turki tidak mau mengakui Siprus Yunani. Padahal itu adalah syarat menjadi anggota UE. Akibatnya, permintaan keanggotaan Turki ditangguhkan hingga hari ini.

Jika melihat keadaan di atas, dapat disimpulkan bisa masuknya Siprus ke UE dikarenakan faktor identitas budaya dan sejarah, serta orientasi. Apalagi ketika hendak masuk pun ekonomi Siprus cukup stabil. Namun jika melihat keadaan sekarang malah sebaliknya. Ekonomi negara itu sedang tidak stabil akibat keadaan UE yang sedang genting mulai dari kasus Yunani hingga Brexit sementara di utara malah sedang menikmati kejayaan ekonomi.


 

Statistik

Terjemahan

Wikipedia

Hasil penelusuran