Pages

Jumat, 28 September 2018

India Latin


Jika tulisan di blog ini sebelumnya pernah membahas tentang orang-orang bermata sipit dan berkulit kuning di India, kali ini tulisan ini akan membahasa tentang orang-orang India namun mempunyai nama yang beraroma Latino.
Jamak diketahui bahwa mayoritas nama-nama orang India sudah pasti memakai nama Sansekerta seperti Arjun, Vijay, Shankar, dan Rajiv mengingat juga mereka beragama Hindu. Sedangkan di luar Hindu seperti Islam akan memakai nama-nama Arab atau Persia, dan diikuti oleh nama belakang Khan jika ia keturunan Mongol seperti Salman Khan dan Shahrukh Khan. Lalu bagaimana jika nama-nama orang India itu seperti nama orang-orang Eropa, dalam hal ini Portugis?
Hasil gambar untuk goans people
lokaso
Hal tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang aneh bagi kebanyakan orang India mengingat nama-nama berbau Portugis ini ada sejak beratus-ratus tahun lalu, dan sudah bersama-sama masyarakat India yang lain berabad-abad lampau. Akan tetapi menjadi keanehan tersendiri bagi yang berada di luar India mengapa bisa ada orang India memakai nama Portugis seperti Remo Fernandes, Leander Paes, dan Fulganci Cardozo?
Jawabannya bisa kita kilas balik ke 450 tahun yang lalu tepatnya di salah satu negara bagian di India, Goa. Bagi kita yang berada di Indonesia tentu sudah tidak akan asing lagi dengan nama wilayah ini karena di pelajaran sejarah selalu nama Goa diulang-ulang. Sebab di negara bagian yang terletak di sebelah barat India inilah Portugis kali pertama menancapkan kaki melalui nama Vasco Da Gama pada 1498. Kedatangan Vasco Da Gama, yang namanya cukup terkenal di Indonesia, semula hanya untuk mencari rempah-rempah ke asalnya langsung sekaligus membuka jalur pelayaran ke dunia baru bagi orang-orang Eropa. Akan tetapi, lama-kelamaan niat itu berubah, dan pada 1510 Portugis melalui Alfonso de Albuquerque –yang juga menaklukkan Malaka setahun setelahnya-- berhasil menduduki Goa hingga 1961 setelah mengalahkan Kesultanan Bijapur, pemilik Goa sebelumnya.
Masuknya Portugis di Goa jelas mengubah tatanan kehidupan. Goa seperti halnya kota-kota jajahan Portugis di masa pencarian dunia baru perlahan menjadi begitu Portugis. Gereja, sekolah, dan kantor pemerintahan ala Portugis dibangun. Kedatangan Portugis juga dibarengi dengan masuknya Katolik di India, dan Goa menjadi wilayah pertama di luar Portugis yang menganut Katolik.  Tentara Portugis yang tidak membawa pasangan atau masih sendiri lantas menikahi penduduk lokal, yang kemudian dibaptis dan diberi nama Portugis. Anak-anak pasangan campuran ini kemudian juga diberi perlakuan sama. Dari sinilah orang-orang India bernama Portugis muncul.
Ketika Portugis sedang berjaya di lautan setelah berhasil menguasai Malaka, datanglah Belanda yang kemudian menguasai beberapa wilayah Portugis seperti Koromandel, Benggala, Sailan, dan Malaka. Hanya Goa satu-satunya wilayah yang bisa dipertahankan meski dua kali diblokade. Dan Belanda yang menguasai wilayah-wilayah itu kemudian mengeksodus para penduduk yang sudah campur-baur dengan Portugis ke beberapa wilayah jajahan Belanda seperti ke Malaka dan Batavia. Orang-orang inilah yang disebut kemudian dengan nama Mardijkers yang merupakan muasal kata merdeka. Disebut demikian karena mereka telah dibebaskan dari status menjadi tahanan Belanda namun dengan syarat tertentu seperti harus mengubah keyakinan dari Katolik ke Protestan.
Meskipun berada lama dalam kekuasaan Portugis, dan bahkan hampir seperti orang Portugis tidak lantas membuat orang-orang Goa tenang. Mereka malah membenci Portugis apalagi setelah negara itu mencampuri kebebasan beragama dengan memaksa penganut Hindu memeluk Kristen. Gerakan perlawanan terhadap Portugis dimulai sejak abad ke-18 yang kemudian menggema di pertengahan abad ke-20 dan setelah Perang Dunia Kedua. Puncaknya, India kemudian melancarkan invasi ke Goa untuk mengusir Portugis pada 1961 setelah mempunyai argumen bahwa Goa adalah milik India, dan mayoritas orang Goa ingin bergabung ke India.
Hasil gambar untuk indian annexation of goa
Russia Beyond

Itulah muasal mengapa ada orang India memakai nama Portugis. Orang-orang ini yang mayoritas adalah Katolik di dalam masyarakat India mempunyai nama seperti Bruno Coutinho, pesepak bola Negeri Hindi yang pernah meraih penghargaan prestis berupa Arjuna Award, Dom Moraes, penulis terkenal India, dan Louis Menezes de Bragança, pemimpin pergerakan Goa Merdeka. Di luar India, ada nama-nama seperti Tony Fernandes, bos Air Asia, dan Claude Moraes, politikus dari Partai Buruh Inggris.
Dan, sepertinya orang-orang ini karena wajah dan postur tubuh seperti orang India kebanyakan tidak mengalami diskriminasi rasial seperti orang-orang India Timur Laut. Malah orang-orang Goa ini diberi keistimewaan untuk memegang dwikewarganegaraan, India dan Portugal, terutama bagi yang lahir sebelum 1961, dan juga keturunan-keturunannya. Dan mereka juga diberi keistimewaan untuk mewakili India dalam ajang olahraga negara-negara berbahasa Portugis, Lusophony Games.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Statistik

Terjemahan

Wikipedia

Hasil penelusuran