Pages

Selasa, 22 Januari 2013

Sungai

Sungai. Nama yang cukup erat dengan kita. Sebuah terusan alami yang terjadi melalui proses geologis, bahkan hidrologis. Bentuknya pun terkadang mengikuti geografi suatu tempat. Tak mengherankan, bila ada sungai besar yang bentuknya meliak-liuk seperti ular besar. Lalu ada juga sungai yang alirannya lurus mendatar. Kontur tanah yang kadang tinggi, kadang rendah juga mempengaruhi letak sungai.

Sungai, sudah ada sebelum manusia muncul. Ketika manusia muncul, dengan akal budinya, manusia membangun sebuah kehidupan di tepiannya. Sebuah kehidupan yang sederhana. Yang mungkin dimulai dari sebuah keluarga kecil atau komunitas yang berusaha memanfaatkan apa saja yang ada di sekitar sungai seperti tumbuhan, hewan, lalu memanfaatkan air sungai untuk digunakan sebagai pengairan bagi sawah dan ladang, mandi, mencuci, minum, serta rekreasi.

encyclopediaindonesia.com


Dari sebuah kehidupan yang sederhana itu kemudian muncullah jumlah masyarakat besar yang kemudian membentuk sebuah peradaban. Tercatat dalam lintasan sejarah manusia, peradaban-peradaban besar muncul dari tepian sungai yang memang memberikan kehidupan yang cukup vital. Lihatlah pada peradaban di Cina, India, dan Mesir. Ketiga sungai di negara itu (Yang Tse, Gangga, dan Nil) menjadi akar bagi para manusianya untuk melukiskan kisah-kisah mereka dalam kehidupan sehari-hari yang kemudian menjadi sejarah bagi generasi selanjutnya. Di masa modern pun, sungai tetap punya peranan seperti di masa lalu. Chao Phraya di Bangkok dan Musi di Palembang menjadi contoh-contoh nyata ketika sungai-sungai besar yang membelah kota menjadi dua, bukannya menjadi pemisah tetapi menjadi pemersatu. Manusia yang hidup di tepian dan sekitar sungai itu memanfaatkan betul bahwa sungai memang mempunyai peranan penting terutama dalam transportasi.

Di sungai pulalah legenda-legenda pun bergaung. Manusia sebagai makhluk yang berbudaya tentu mempunyai rasa, karsa, dan cipta. Maka, dengan kemampuannya itu, manusia, terutama yang tinggal di dekat sungai mengonstruksi realitas-realitas yang berkenaan dengan sungai. Namun konstruksi itu bersifat irasional. Ini dikarenakan manusia tidak bisa memahami dengan nalarnya secara baik tentang kejadian-kejadian di sungai. Kemudian muncullah legenda tentang dewa sungai, makhluk misterius penunggu sungai seperti peri, hewan, monster, bahkan siluman dan hantu. Keadaan yang demikian akhirnya membuat manusia melakukan tradisi berupa ritual-ritual yang berisi nasihat, anjuran, dan larangan. Di sungai jugalah manusia bertemu pencipta-Nya. Sungai pun menjadi medium suci vertikal-horizontal. Ini yang dilakukan umat Hindu di India pada Sungai Gangga yang mereka anggap suci airnya. Sungai pun juga tercatat dalam kisah-kisah kitab suci seperti kisah penghanyutan Musa oleh ibunya sendiri ke Sungai Nil demi menghindari kejaran pasukan Firaun atau kisah pembaptisan Yesus di Sungai Yordan.

Namun sungai juga bisa membawa bencana. Banjir menjadi bencana yang identik dengan sungai. Meluapnya air ke daratan karena tidak kuat menampung aliran dari hulu di pegunungan menjadi faktor utama yang berasal dari siklus hidrologis yang terkadang tanpa henti. Meski begitu, faktor manusia juga mempengaruhi, bahkan melebihi. Alih fungsi lahan, buang sampah sembarangan ke sungai, dan pembangunan rumah di bantaran kali hingga permukaan sungai menyempit menjadi faktor yang tidak bisa dihindari ketika banjir datang. Contoh paling muktahir adalah banjir yang terjadi di Jakarta. Di musim hujan yang intens, Sungai Ciliwung yang seharusnya bisa dengan lancar mengalirkan air dari hulunya di Puncak malah harus meluapkan isinya ke daratan sebab faktor kerusakan-kerusakan ekologis yang telah membudaya. Bisa ditebak, Jakarta sebagai Ibu Kota pun terendam selama beberapa hari. Ekonomi pun lumpuh. Kerugian entah berapa milyar. Beberapa solusi mulai disuarakan. Mulai dari pembuatan waduk, sodetan, bahkan pemindahan Ibu Kota. Sayang, semua menjadi percuma kalau saja yang ada di hulu serta perilaku manusia tidak diperbaiki.

Sungai, sejujurnya anugerah terindah, terutama di Nusantara ini. Melalui sungai, muncul beberapa kerajaan yang pernah membawa kejayaan Nusantara. Dari sungailah, muncul juga kebudayaan yang berbeda-beda. Hanya saja semua itu bisa menjadi mimpi buruk karena manusia yang hidup di sekitarnya.

1 komentar:

  1. Anda salah satu pencinta permainan Sabung ayam?
    Mau bonus menarik setiap harinya???

    Info hub
    WA : 0822 6793 2581

    BalasHapus

 

Statistik

Terjemahan

Wikipedia

Hasil penelusuran